Mengapa Tanah Gersang Sedang Mati: Mekanisme Penggurunan yang Tersembunyi

8

Desertifikasi bukan hanya sekedar masuknya pasir. Ini adalah hilangnya kehidupan secara sistematis dari zona kering dan semi kering. Anda melihatnya di bumi yang retak. Anda mendengarnya dalam keheningan tempat burung biasa bersarang. Tanah kehilangan kemampuannya untuk mendukung kehidupan. Hal ini terjadi karena perubahan iklim. Itu terjadi karena manusia. Atau keduanya.

Iklim memainkan peran yang kotor. Pertama, kekeringan yang pendek dan parah. Mereka membakar kelembapan dengan cepat. Lalu ada perubahan jangka panjang. Pola cuaca bergeser menuju kekeringan permanen. Ini bukanlah fluktuasi kecil. Ini adalah perubahan mendasar dalam siklus hidrologi.

Manusia memperburuk keadaan. Kami mengubah iklim secara artifisial. Kami menghilangkan tumbuh-tumbuhan. Tanpa akar yang menopang tanah, erosi akan semakin cepat terjadi secara tidak wajar. Kami mengolah lahan yang tidak boleh ditanami. Kami menguras persediaan air sampai habis. Hasilnya adalah lanskap yang tidak bisa bernafas.

Seperti apa penampakannya di lapangan?

Permukaan air tanah turun. Airnya tenggelam lebih dalam dari yang bisa dijangkau pompa. Garam terakumulasi di lapisan atas tanah. Ini meracuni sedikit air yang tersisa. Air permukaan hilang seluruhnya. Sungai-sungai menjadi kering. Danau menyusut menjadi dataran garam. Vegetasi asli lenyap. Tanah menjadi lembam.

Ini bukan hanya masalah lingkungan hidup. Ini adalah masalah kelangsungan hidup. Ketika tanah kehilangan kemampuan untuk menopang kehidupan, masyarakat pun kehilangan mata pencahariannya. Petani meninggalkan ladang. Komunitas bermigrasi. Siklus degradasi terjadi dengan sendirinya.

Proses ini tidak dapat diubah dalam masa hidup manusia. Begitu struktur tanah runtuh, ia tidak akan bisa bangkit kembali. Diperlukan waktu berabad-abad untuk membangun kembali jaringan mikroba. Dibutuhkan ribuan tahun untuk memulihkan permukaan air. Kita sedang menyaksikan kematian ekosistem yang tidak sepenuhnya kita pahami hingga ekosistem tersebut punah.

Siapa yang bertanggung jawab? Jawabannya tergantung dari mana Anda melihatnya. Di beberapa tempat, hal ini disebabkan oleh pemanasan global. Di negara lain, hal ini disebabkan oleh kesalahan manajemen lokal. Seringkali, ini merupakan umpan balik di antara keduanya.

Tanda-tandanya ada dimana-mana. Anda hanya perlu tahu di mana mencarinya.

  • Menurunnya permukaan air tanah
  • Kerak garam di permukaan
  • Tanah lapisan atas terkikis
  • Hilangnya spesies tumbuhan

Ini bukanlah peristiwa yang terisolasi. Itu adalah gejala dari sistem yang sedang sekarat. Dan mereka menyebar.