Mengapa Teka-teki Jedi Terakhir Tentang “Jarimu” Membingungkan Semua Orang

10

Lightsaber bukan hanya senjata di Star Wars. Ini adalah tes kepribadian. Cek warisan. Dan di The Last Jedi, R2-D2 memberikan sedikit cerita yang membuat para penggemar berdebat di Twitter setiap kali film tersebut muncul.

Kita berbicara tentang adegan di mana Rey menemukan droid tua di ruang bawah tanah Perlawanan. Dia sudah tidur selama bertahun-tahun. Lalu dia bangun, melihat Rey, dan mengatakan sesuatu yang terdengar tidak masuk akal sampai Anda mendengarkannya dengan cermat.

“R2-D2 sobat, sudah lama sekali.”

Rey menyentuh lengannya. Dia berbunyi bip dengan gembira. Lalu dia menunjuk ke kepalanya. Lalu dia menunjuk ke tangannya. Atau lebih tepatnya, apa yang tersisa dari mereka.

Kalimat yang memulai kebingungan tidak diucapkan oleh R2. Itu tersirat dari tindakannya. Namun teka-teki sebenarnya muncul kemudian. Ketika Luke Skywalker mencoba menjelaskan Force kepada Rey, dia berbicara tentang keseimbangan. Dia berbicara tentang melepaskan. Dia berbicara tentang kesalahan Jedi.

Namun teka-teki khusus tentang “jarimu” tidak muncul dalam dialog. Itu visual. Itu simbolis. Dan itu membuat orang gila.

Petunjuk Visual

Saat R2-D2 bangun, dia tidak hanya berbunyi bip. Dia memberi isyarat. Dia menunjuk ke sasisnya sendiri. Lalu dia menunjuk pada Rey. Lalu dia menunjuk ke tanah.

Itu bukan sebuah kode. Ini bukan peta lokasi Luke. Itu adalah pernyataan tentang koneksi.

Pikirkan tentang hal ini. The Force menghubungkan semua orang. Tapi itu juga mengisolasi Anda. Rey sendirian di Ahch-To. Luke sendirian di pengasingan. R2-D2 sendirian dalam kegelapan.

Kata “jari” tidaklah literal. Mereka mewakili alat yang kita gunakan untuk menjangkau. Untuk menyentuh. Untuk menghubungkan.

Mengapa Itu Penting

George Lucas selalu mengatakan bahwa Force adalah tentang keyakinan. Tentang perasaan. Bukan logika. Bukan sains.

Tapi The Last Jedi condong ke fisik. Taktil. Saat Rey memegang pedang Luke, dia tidak hanya melihatnya. Dia merasakannya. Getaran. Beratnya. Sejarah.

Gerakan R2-D2 mencerminkan hal ini. Dia mengingatkannya bahwa Force tidak hanya ada di kepalanya. Itu ada di tangannya. Kakinya. Tubuhnya.

Salah Tafsir

Begitu banyak penggemar yang mencari pesan tersembunyi. Sebuah sandi. Lokasi rahasia.

Mereka tidak mengerti maksudnya.

Teka-tekinya bukan tentang menemukan Luke. Ini tentang menemukan dirinya sendiri.

Saat Rey akhirnya mengambil lightsaber tersebut, dia tidak ragu-ragu. Dia tidak berpikir berlebihan. Dia hanya melakukannya. Jari-jarinya melingkari gagangnya. Bilahnya menyala.

Itulah jawabannya. Tidak sepatah kata pun. Bukan peta. Sebuah tindakan.

Gambaran Lebih Besar

The Last Jedi kontroversial. Beberapa penggemar membencinya. Beberapa menyukainya. Tapi ada satu hal yang jelas. Itu membuat kami berpikir.

Itu membuat kami mempertanyakan apa yang kami ketahui. Apa yang kami yakini.

Teka-teki “jari” hanyalah salah satu bagian dari teka-teki itu. Ini adalah pengingat bahwa Force ada dimana-mana. Bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun. Sentuhan. Pegangannya. Koneksi.

Dan mungkin itu sebabnya hal itu masih mengganggu