Kehidupan di Atas Es: Siapa yang Benar-benar Cocok untuk Pekerjaan di Antartika?

18

Inggris dan AS secara aktif melakukan perekrutan untuk posisi di Antartika, namun yang mereka butuhkan bukan hanya ilmuwan. Mulai dari tukang kayu hingga juru masak, bahkan penata rambut, terdapat peluang bagi mereka yang ingin berani menghadapi benua paling terpencil di dunia ini. Pertanyaannya bukan hanya dapatkah Anda mengatasi flu, tetapi dapatkah Anda mengatasi kondisi ekstrem dan tantangan psikologis yang unik?

Beyond the Freeze: Apa Sebenarnya Arti Kehidupan Antartika

Dan McKenzie, pemimpin stasiun di Stasiun Penelitian Halley VI, mencontohkan semangat petualang yang tertarik ke Antartika. Setelah bertahun-tahun di laut, ia mencari peran serupa namun tetap stabil. Ia menggambarkan keberadaan yang nyata namun anehnya nyaman – suhu rata-rata sekitar -20°C, dengan musim panas mencapai -15°C. Namun kenyataannya lebih dari sekedar suhu.

Stasiun British Antarctic Survey (BAS) tidak hanya memantau satwa liar dan iklim. Halley VI secara khusus berfokus pada data atmosfer, studi lapisan ozon, dan stabilitas Lapisan Es Brunt. Musim panas menghadirkan siang hari 24 jam, berakhir dengan matahari terbenam selama berminggu-minggu. Sebaliknya, musim dingin membuat benua ini gelap gulita.

Faktor Manusia: Isolasi, Konflik, dan Ketahanan

Peran McKenzie lebih dari sekadar logistik dan keselamatan. Dia juga memberikan dukungan emosional yang penting kepada tim yang terdiri dari 40 orang, mengelola konflik antarpribadi dan ketegangan psikologis akibat isolasi. BAS mempekerjakan sekitar 120 orang di musim panas, dengan 50 orang bertahan selama bulan-bulan musim dingin yang brutal. Mereka yang melewati musim dingin menggambarkan rasa kebebasan dan persahabatan yang unik, sebuah komunitas erat di mana saling mendukung sangat penting.

Detail Praktis dan Proses Seleksi

BAS mempekerjakan sekitar 150 karyawan baru setiap tahunnya, dengan 70% posisi berada di posisi operasional seperti pipa ledeng, obat-obatan, dan pemeliharaan listrik. Gaji mulai dari £31,244, termasuk perjalanan, akomodasi, dan perlengkapan cuaca ekstrem. Namun, kondisinya tidak mewah. Harapkan asrama bersama, makanan segar terbatas, dan akses alkohol terbatas.

Proses seleksi bukan hanya soal keterampilan; itu menilai kemampuan resolusi konflik dan pemecahan masalah. Pelatihannya menyeluruh, namun ujian sebenarnya datang dengan kenyataan kedekatan yang konstan dan peraturan yang ketat. Kepala SDM Mariella Giancola mencatat bahwa banyak yang meremehkan dampak psikologis dari kehidupan bersama dan kurangnya privasi.

Mengapa Orang Berjuang (dan Siapa yang Berkembang)

Psikolog klinis Dr. Duncan Precious, yang sebelumnya bertugas di angkatan bersenjata, menjelaskan bahwa dinamika sosial seringkali lebih menimbulkan masalah daripada bahaya fisik. Hubungan yang memburuk tidak akan ada gunanya lagi, dan rutinitas yang terstruktur dapat merugikan mereka yang terbiasa dengan kebebasan. Namun, ciri-ciri kepribadian yang sama yang membuat orang tertarik ke Antartika – yaitu toleransi terhadap kesulitan, kemandirian, dan keinginan untuk mendapatkan pengalaman unik – juga membuat mereka lebih mungkin untuk sukses.

“Penting untuk merasa nyaman dengan kenyataan bahwa Anda tidak akan memiliki privasi apa pun karena orang-orang berada tepat di depan Anda.”
— Mariella Giancola, Kepala SDM BAS

Daya tarik Antartika terletak pada keindahannya yang alami dan kesempatan untuk menyaksikan satwa liar yang luar biasa, mulai dari migrasi paus hingga koloni penguin kaisar. Namun kenyataannya sangat keras, menuntut, dan sangat mengasingkan diri. Ini bukan hanya ujian ketahanan fisik tetapi juga ketahanan manusia.

Pada akhirnya, bekerja di Antartika bukan untuk semua orang. Ini adalah kehidupan yang ditelanjangi, di mana kelangsungan hidup bergantung pada kemampuan beradaptasi, kecerdasan sosial, dan komitmen yang teguh terhadap kolektif.