Negara-Negara Bagian Menantang Pemerintahan Trump Atas Pemotongan Dana Kesehatan Masyarakat

15

Empat negara bagian – California, Colorado, Illinois, dan Minnesota – telah mengajukan gugatan terhadap pemerintahan Trump untuk mencegah penarikan sekitar $600 juta dana kesehatan masyarakat yang sebelumnya dialokasikan. Gugatan tersebut, yang dipimpin oleh jaksa agung Partai Demokrat, menuduh pemotongan tersebut ilegal dan bermotif politik.

Pendanaan Ditargetkan untuk Komunitas Tertentu

Hibah yang dibatalkan tersebut ditujukan untuk program yang membantu kelompok rentan, termasuk komunitas kulit berwarna dan laki-laki gay dan biseksual. Pemerintahan Trump telah mengisyaratkan niatnya untuk menghilangkan pendanaan federal untuk inisiatif-inisiatif yang dianggap memprioritaskan kebijakan-kebijakan yang “terbangun” – yaitu, upaya keberagaman, kesetaraan, dan inklusi. Hal ini mencerminkan tren yang lebih luas dari upaya pemerintah untuk membentuk kembali belanja federal sejalan dengan prioritas ideologisnya.

Tantangan Hukum dan Tuduhan Campur Tangan Politik

Negara-negara bagian berpendapat bahwa penarikan dana merupakan tindakan melampaui batas kekuasaan eksekutif yang melanggar hukum dan akan menimbulkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki. Rob Bonta, Jaksa Agung Kalifornia, menyatakan bahwa pemerintah berupaya memaksa negara-negara bagian agar mematuhi agendanya melalui leverage keuangan, sebuah taktik yang “sebelumnya gagal.” Gugatan tersebut meminta perintah penahanan sementara untuk menghentikan pemotongan sementara tantangan hukum berlanjut.

Konteks dan Potensi Dampak

Perselisihan ini menyoroti meningkatnya ketegangan antara pemerintah federal dan negara bagian mengenai kendali sumber daya kesehatan masyarakat. Pemotongan ini terjadi pada saat banyak komunitas masih dalam masa pemulihan dari pandemi COVID-19 dan sangat bergantung pada bantuan federal untuk mempertahankan program kesehatan masyarakat yang penting. Tindakan pemerintah tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai politisasi pendanaan kesehatan masyarakat dan potensi konsekuensinya terhadap kelompok rentan.

Gugatan tersebut menggarisbawahi perebutan kekuasaan antara pemerintah federal dan negara bagian, terutama di bawah pemerintahan yang secara agresif melakukan perubahan kebijakan melalui tindakan eksekutif. Kasus ini kemungkinan besar akan menjadi preseden mengenai batas kewenangan presiden atas alokasi dana dan sejauh mana negara bagian dapat menolak perubahan kebijakan federal.

Pada akhirnya, pertarungan hukum ini bernilai lebih dari $600 juta: ini adalah tentang keseimbangan kekuatan antara Washington dan negara bagian, dan masa depan inisiatif kesehatan masyarakat yang didanai pemerintah federal.