Firefly Aerospace Melanjutkan Peluncuran Roket Alpha Setelah Kemunduran yang Meledak

13

Firefly Aerospace sedang bersiap untuk meluncurkan kembali roket Alpha pada tanggal 27 Februari, menandai upaya pertama perusahaan tersebut sejak serangkaian kegagalan besar yang membuat kendaraan tersebut dilarang terbang selama hampir satu tahun. Misi tersebut, yang dijuluki “Stairway to Seven,” sangat penting untuk memulihkan kepercayaan terhadap program Alpha setelah dua insiden terpisah tahun lalu mengakibatkan hilangnya muatan dan penundaan yang signifikan.

Kegagalan dan Investigasi Sebelumnya

Pada bulan April 2023, tahap pertama roket Alpha pecah tak lama setelah pemisahan selama misi “Pesan dalam Booster”, yang bertujuan untuk mengirimkan prototipe satelit Lockheed Martin. Kegagalan ini diikuti oleh kemunduran lain pada bulan September ketika booster meledak selama pengujian pra-peluncuran. Meskipun ledakan pengujian tidak menyebabkan kerusakan fisik pada fasilitas di sekitarnya, hal ini memaksa Firefly menghentikan operasinya sambil menyelidiki penyebabnya.

Perusahaan tersebut menetapkan bahwa insiden bulan September disebabkan oleh “kesalahan proses selama integrasi tahap pertama yang mengakibatkan kontaminasi hidrokarbon dalam hitungan menit,” yang secara efektif mengesampingkan cacat desain mendasar pada roket itu sendiri. Temuan ini memungkinkan Firefly untuk melanjutkan tindakan perbaikan dan mempersiapkan peluncuran berikutnya.

Detail Misi “Tangga Menuju Tujuh”.

Misi “Stairway to Seven” yang akan datang tidak akan membawa muatan Lockheed Martin seperti yang direncanakan semula. Sebaliknya, ini akan berfungsi sebagai penerbangan verifikasi menggunakan muatan demo untuk memvalidasi ulang semua sistem Alpha yang penting. Tahap pertama roket berhasil menyelesaikan uji api statis selama 20 detik pada tanggal 6 Februari di Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California, menandakan kesiapan untuk peluang peluncuran pada tanggal 27 Februari.

Peningkatan Alfa Blok II

Peluncuran ini merupakan penerbangan terakhir untuk konfigurasi Blok I Alpha. Firefly sedang mengerjakan peningkatan substansial untuk Blok II, yang dirancang untuk meningkatkan keandalan, kemampuan manufaktur, dan kemampuan kendaraan secara keseluruhan. Versi Blok II akan lebih tinggi dua meter dan menggunakan material komposit karbon, perlindungan termal yang ditingkatkan, serta peningkatan avionik dan sistem tenaga.

Kemampuan Firefly untuk pulih dari kegagalan ini dan melanjutkan peluncurannya merupakan ujian utama bagi kelangsungan hidup perusahaan dalam sektor ruang angkasa komersial yang kompetitif. Misi ini akan menunjukkan apakah perbaikan tersebut efektif dan apakah roket Alpha dapat mengirimkan muatan dengan sukses.

Masa depan perusahaan bergantung pada keberhasilan peluncuran ini dan implementasi selanjutnya dari peningkatan Blok II.