Bulan berada dalam fase Waning Gibbous malam ini, yang berarti sekitar 80% permukaannya yang terlihat diterangi. Fase ini terjadi setelah bulan purnama dan sebelum kuartal ketiga, seiring dengan berkurangnya bagian yang diterangi secara bertahap. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengamati bintang, karena cahaya bulan yang terang masih memungkinkan untuk melihat fitur-fitur bulan dengan jelas.
Yang Akan Anda Lihat Malam Ini
Tanpa peralatan apa pun, pengamat dapat melihat area gelap menonjol yang dikenal sebagai mares – dataran vulkanik kuno – seperti Mare Imbrium dan Mare Tranquillitatis. Kawah Kepler juga terlihat dengan mata telanjang.
Bagi mereka yang menggunakan teropong, Gassendi dan Kawah Alphonsus, serta Mare Nectaris, akan terlihat jelas. Teleskop akan mengungkap lebih banyak detail, termasuk lokasi pendaratan Apollo 15, Kawah Schiller, dan Dataran Tinggi Descartes yang terjal. Fitur-fitur ini memberikan gambaran sekilas tentang sejarah geologi Bulan.
Penjelasan Siklus Bulan
Bulan mengorbit Bumi dan melewati semua fasenya dalam waktu sekitar 29,5 hari, yang dikenal sebagai siklus bulan. Fase-fase yang kita lihat disebabkan oleh seberapa banyak Bulan yang diterangi Matahari dari sudut pandang kita di Bumi. Meskipun sisi Bulan yang sama selalu menghadap kita, jumlah sinar matahari yang dipantulkannya berubah seiring pergerakannya mengelilingi planet kita.
Berikut rincian delapan fase utama:
- Bulan Baru: Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga sisi yang terlihat menjadi gelap.
- Bulan Sabit Lilin: Sepotong cahaya muncul di sisi kanan (di Belahan Bumi Utara).
- Kuartal Pertama: Separuh Bulan menyala di sisi kanan.
- Waxing Gibbous: Lebih dari setengahnya menyala, tapi tidak sepenuhnya.
- Bulan Purnama: Seluruh permukaan Bulan diterangi.
- Memudar Gibbous: Cahaya mulai memudar di sisi kanan (di Belahan Bumi Utara).
- Kuartal Ketiga (Kuartal Terakhir): Setengah Bulan menyala, tapi sekarang di sisi kiri.
- Bulan Sabit Pudar: Sepotong tipis tertinggal di kiri sebelum menjadi gelap kembali.
Melihat ke Depan
Bulan purnama berikutnya terjadi pada tanggal 1 Februari, dan bulan purnama sebelumnya terjadi pada tanggal 3 Januari. Melacak siklus ini membantu memahami pengaruh Bulan terhadap pasang surut air laut, tradisi budaya, dan bahkan perilaku hewan.
Siklus bulan merupakan pengingat akan hubungan dinamis antara Bumi dan satelit alaminya, yang membentuk lingkungan dan pemahaman kita tentang kosmos.































