NASA siap meluncurkan Artemis II, misi berawak pertama ke Bulan sejak 1972. Misi tersebut dijadwalkan pada hari Rabu pukul 18:24. Bagian timur dari Kennedy Space Center di Florida, akan mengirim empat astronot – tiga orang Amerika dan satu orang Kanada – dalam perjalanan 10 hari mengelilingi Bulan dan kembali lagi. Meskipun penerbangan ini tidak melibatkan pendaratan, ini adalah uji coba penting terhadap pesawat ruang angkasa Orion dan sistem pendukung kehidupan sebelum NASA bertujuan untuk mengembalikan manusia ke permukaan bulan pada awal tahun 2028.
Menguji Masa Depan Perjalanan Bulan
Awak Artemis II tidak akan menginjakkan kaki di Bulan selama misi ini. Sebaliknya, mereka akan terbang ribuan mil di atas permukaan, mendorong kemampuan Orion hingga batasnya. Ini adalah langkah yang disengaja: prioritas pertama adalah memvalidasi kinerja pesawat ruang angkasa dalam kondisi luar angkasa, memastikannya dapat menopang kehidupan manusia selama misi bulan yang diperpanjang. Kru masa depan akan mengandalkan pendarat buatan SpaceX atau Blue Origin untuk pendaratan di permukaan yang sebenarnya.
Kembali ke Luar Angkasa Setelah Puluhan Tahun
Amerika Serikat terakhir kali berjalan di Bulan dengan Apollo 17 pada bulan Desember 1972. Setelah perlombaan antariksa awal dengan Uni Soviet berakhir, minat terhadap eksplorasi bulan berkurang, dan anggaran NASA dipangkas. Dekade-dekade berikutnya para astronot fokus pada misi orbit Bumi di atas Pesawat Luar Angkasa dan Stasiun Luar Angkasa Internasional. Namun, di bawah pemerintahan Trump dan Biden, dorongan baru untuk eksplorasi bulan telah mendapatkan momentumnya.
Kru Membuat Sejarah
Awak Artemis II meliputi:
- Reid Wiseman (Komandan): Seorang astronot veteran dengan pengalaman ISS sebelumnya.
- Victor Glover (Pilot): Astronot kulit hitam pertama yang melakukan perjalanan mengelilingi Bulan, sebuah tonggak sejarah dalam eksplorasi ruang angkasa.
- Christina Koch (Spesialis Misi): Wanita pertama yang melakukan perjalanan luar angkasa jauh ini, berdasarkan rekor waktu yang dihabiskannya di ISS.
- Jeremy Hansen (Spesialis Misi): Astronot Kanada pertama yang menjelajah melampaui orbit Bumi.
Luncurkan Persiapan dan Opsi Tampilan
Hingga Rabu sore, NASA telah berhasil mengisi tangki propelan roket dengan hidrogen cair dan oksigen cair. Kondisi cuaca terlihat mendukung, dengan kemungkinan 80% langit cerah selama dua jam peluncuran.
Bagi yang ingin menonton, NASA akan menyiarkan liputan lengkapnya di YouTube, X, situs webnya, dan platform digital lainnya. Peluncurannya sendiri diperkirakan akan terlihat dari Florida dan Georgia bagian selatan.
Warisan Eksplorasi
Program Artemis mewakili perubahan signifikan dalam eksplorasi ruang angkasa. Tujuannya tidak hanya untuk mengembalikan manusia ke Bulan tetapi juga untuk membangun kehadiran berkelanjutan di sana sebagai batu loncatan untuk misi masa depan ke Mars. Keberhasilan Artemis II sangat penting untuk visi jangka panjang ini.
Misi ini lebih dari sekedar penerbangan mengelilingi Bulan; ini adalah penegasan kembali ambisi umat manusia untuk menjelajahi kosmos dan mendorong batas-batas yang mungkin dicapai.































