Ini dimulai dengan kemeriahan. Sebuah isyarat. Tanda bahwa pertunjukan akan segera dimulai. Ini adalah overture, pengenalan musik yang dirancang untuk menyiapkan panggung untuk sesuatu yang lebih besar dan sering kali dramatis. Ini bukan sekedar suara kosong. Ini adalah jangkar struktural dalam dunia pertunjukan klasik.
Ceritanya dimulai pada tahun 1607 dengan Orfeo karya Claudio Monteverdi. Sebelumnya, belum ada cara standar untuk membuka opera. Monteverdi mengubahnya. Dia menetapkan pembukaan sebagai segmen pembuka yang berbeda. Untuk waktu yang lama, itulah satu-satunya tugasnya. Itu adalah pengangkat tirai.
Lalu muncullah gaya Perancis. Pada tahun 1658, Jean-Baptiste Lully menemukan “pembukaan Prancis” yang terdiri dari dua atau tiga bagian. Itu memiliki ritme tertentu. Permulaan yang lambat dan megah diikuti dengan bagian yang lebih cepat dan fugal. Komposer menyalin model ini selama satu abad penuh. Ini mendefinisikan suara opera dan balet Perancis.
Namun Italia melakukan sesuatu yang berbeda. Mereka mengembangkan sinfonia. Bentuk ini mendominasi akhir abad ke-17 dan ke-18. Itu bukan sekedar intro. Itu sendiri merupakan bagian yang serius. Sinfonia meletakkan dasar bagi bentuk sonata tiga bagian. Struktur ini menjadi cetak biru simfoni paling awal. Simfoni tersebut juga memiliki tiga gerakan. Koneksinya langsung.
Pada abad ke-19, peraturan tersebut tidak berlaku lagi. Tawaran tidak lagi dikaitkan dengan opera atau balet. Mereka berdiri sendirian. Karya independen ini menggambarkan tema sastra atau sejarah. Itu adalah contoh awal dari apa yang sekarang kita sebut puisi simfoni. Musik menceritakan sebuah kisah tanpa kata-kata.
Saat ini, istilah tersebut bertahan dalam berbagai bentuk. Jika Anda menonton operet atau musikal, Anda akan mendengar medley. Pembukaan di sini memadukan tema utama pertunjukan. Ini adalah cuplikan sorotan. Itu adalah janji tentang apa yang akan terjadi.
Fungsinya telah bergeser. Ini bukan lagi sekedar pembukaan formal. Itu sebuah kail.

























